JARINGAN 4.5G
Makalah ini diajukan sebagai tugas mata kuliah
Pengenalan Teknologi Informasi
Dosen Pengampu : Septia Lutfi,S.Kom, M.Kom
Oleh:
Uldi Guntur Pratama
12180861
Manajemen ‘18
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI BANK BPD JATENG
JL. PEMUDA 4 A SEMARANG 50139 TELP.(024) 3553834, 3553285, FAX
(024) 3560130
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan rahmat sehat dan umur penjang sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas individu untuk mata kuliah
Pengenalan Teknologi Informasi dengan judul “Jaringan 4.5G”.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
tidak lepas dari bantuan banyak referensi dan semangat serta doa dari
orang-orang di sekitar saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Saya juga menyadari dalam penulisan makalah ini
saya memiliki banyak kekurangan karena kurangnya pengetahuan saya mengenai
smartphone itu sendiri. Oleh karena itu saya mengharap kritik dan saran serta
masukan dari pembaca yang dapat membangun saya untuk menulis lebih baik lagi.
Saya berharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat serta wawasan bagi para
pembaca.
Semarang, Desember
2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan Teknologi Komunikasi
Seluler
2.2 Kecepatan
4.5G
2.3 Perbedaan 4G dan
4.5G
2.4 Smartphone
yang Sudah Dilengkapi Teknologi 4.5G
2.5 Daftar Kota yang Sudah Mendukung
Jaringan 4.5G
2.6 Kelebihan dan Kelemahan Jaringan
4.5G
2.7. Mulai Panas di Jalur 4.5G
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dari waktu ke waktu,
kebutuhan manusia akan teknologi khususnya dalam informasi dan telekomunikasi
semakin tinggi. Dan sudah tentunya manusia memiliki hasrat untuk memiliki
kehidupan yang semakin baik ke depannya. Hal tersebut diiringi dengan banyaknya
sarjana-sarjana teknik dan scientist dengan basis informasi dan telekomukasi
untuk menghasilkan suatu karya akan kebutuhan manusia pada zaman sekarang ini.
Sekitar
tahun 1974 merupakan awal perancangan protokol TCP untuk menghubngkan multi
jaringan. Hal itu pun terwujud saat NFS membangun NFSNET sebagai tulang punggung,
menghubungkan 6 pusat superkomputer dengan kecepatan 56 kbps pada tahun 1986.
Ini merupaakan cikal bakal atau induk dari internet yang ada sekarang. Sejak
saat ini, sebagian manusia dapat bertukar informasi dengan media elektronik dan
meskipun terdapat jarak antara pemakainya. Hal ini sudah terbukti bahwa kita
bisa mengirim informasi tanpa menggunakan kertas dan perlengkapannya serta
membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, manusia memiliki keinginan untuk
mengembangkan temuan tersebut dan menciptakan memperbaiki sesuatu yang kurang.
Jika pada tahun 1984 kecepatan aksesnya hanya 56 kbps yang berarti terdapat 56
kb (kilo bit) data yang tersampaikan per satu detik/sekon. Akhirnya pada tahun
1988 NFSNET dapat menghubungkan komputer dengan kecepatan 1,5 Mbps sehingga
data dan informasi yang disampaikan 30 kali lebih cepat dari sebelumnya.
Namun,
pada tahun 1990 ARPANET berakhir. Akan tetapi, organisasi riset nuklir Eropa
(CERN) muncul dan merilis World Wide Web (WWW) yang secara kasarannya dibuat
unntuk menghubungkan semua komputer yang ada di dunia.
Jika pada tahun 1990an
masih beberapa orang atau instansi yang menggunakan internet, namun sejak awal
tahun 2000an internet bisa digunakan oleh masyarakat karena sudah relatif
murah.
Pada saat itu
orang-orang menggunakan kabel dan telepon untuk menghubungkan ke internet.
Namun, ADSL hanya bisa digunakan dengan menggunakan PC tidak dengan handphone
(HP), sehingga terciptalah yang bernama GSM (Group Social Mobile) yang
merupakan jaringan 2G atau second generation.GSM dapat mendukung komunikasi
data dengan kecepatan 14,4 kbps (hanya cukup untuk melayani SMS atau short
message service, mendownload gambar, atau ringtone MIDI saja). Karena ketidak
puasan manusia terciptalah generasi-generasi selanjutnya yaitu 2.5G, 2.75G, 3G,
4G sampai yang baru-baru ini diperkenalkan adalah jaringan 4,5G.
1.2 Rumusan
Masalah
a. Bagaimana
perkembangan teknologi komunikasi seluler ?
b. Seberapakah
kecepatan jaringan 4.5G?
c. Apa
saja perbedaan 4G dan 4.5G?
d.
Apa saja merk smartphone yang telah dilengkapi teknologi 4.5G?
e.
Mana saja kota yang sudah mendukung jaringan 4.5G?
f. Apa kelebihan dan
kekurangan jaringan 4.5G?
1.3 Tujuan
Penulisan
a. Untuk
mengetahui perkembangan teknologi komunikasi seluler
b. Untuk
mengetahui kecepatan jaringan 4.5G
c. Untuk
mengetahui apa saja perbedaan jaringan 4G dan 4.5G
d.
Untuk mengetahui merk smartphone yang telah dilengkapi teknologi 4.5G
e. Untuk
mengetahui kota mana saja yang sudah mendukung jaringan 4.5G
f. Untuk mengetahui kelebihan
dan kekurangan jaringan 4.5G
1.4 Manfaat
Penulisan
a. Dapat
menambah wawasan penulis dan khalayak tentang hal yang berhubungan dengan
“4.5G.”
b. Sebagai
bahan referensi bagi pembaca.
c. Dapat
melatih dalam mengembangkan wawasan diri untuk menyusun buah pikiran secara
sistematis dalam bentuk makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan
Teknologi Komunikasi Seluler
Perkembangan teknologi sekarang
sudah sangat maju dan GPRS, EDGE, UMTS, HSDPA adalah generasinya. GPRS adalah
generasi pertamanya disusul dengan Edge dengan memberikan layanan agak cepat
lalu 3G dan 3.5G dengan menghadirkan layanan tercepat dan akhirnya teknologi
sekarang 4G menyingkirkan semua dengan menghadirkan layanan sangat cepat
untuk mengakses data, dan mungkin akan hadir layanan 5G.
Apa yang dimaksud dengan
1G, 2G, 3G, 3.5G, 4G, 5G?
Huruf “G” yang berada
pada angka-angka tersebut berarti Generasi, jadi ketika kita mendengar mengenai
jaringan 4G, maka itu artinya kita sedang membicarakan mengenai
jaringan wireless berbasis pada teknologi jaringan generasi ke 4.
Untuk lebih lanjutnya
kita akan mempelajari lebih lanjut bagaimana perkembangan teknologi sekarang
simak ulasan berikut ini:
PERJALANAN GENERASI
G berkepanjangan dari
Generasi dan menyangkut kecepatan data
1G - Original analog
cellular untuk suara (AMPS, NMT, TACS) 14.4 kbps
2G - Digital narrowband
circuit data (TDMA, CDMA) 9-14.4 kbps
2.5G - Paket data 2G
(GPRS, EDGE) 20-40 kpbs
3G - Digital broadband
packet data (CDMA, EV-DO, UMTS, EDGE) 500-700 kbps
3.5G - Pengganti EDGE -> HSPA 1-3 mbps and HSDPA up to 7.2Mbps
3.5G - Pengganti EDGE -> HSPA 1-3 mbps and HSDPA up to 7.2Mbps
4G - Digital broadband
packet data untuk semua IP (Wi-Fi, WIMAX, LTE) 3-5 mbps
5G - Gigabit per second, dalam beberapa tahun mendatang (?) 1+ gbps
5G - Gigabit per second, dalam beberapa tahun mendatang (?) 1+ gbps
1. Teknologi 1G
Teknologi komunikasi
seluler pertama adalah teknologi yang masih menggunakan sinyal analog untuk
komunikasi. Teknologi ini diperkenalkan pada era 70-an tetapi baru efektif
digunakan pada tahun 80-an.
Teknologi jaringan saat
itu hanya dapat berkomunikasi lewat suara saja alias panggilan telepon saja.
Kehadiran teknologi ini membuat era komunikasi melangkah ke arah yang lebih
baru, yakni penggunaan telepon genggam. Saat itu, telepon genggam yang populer
adalah Motorola DynaTAC.
Yang harus anda
ketahui adalah bahwa ini adalah standar baru dari teknologi jaringan. zaman
dimana campur tangan manusia sudah tidak terlalu dibutuhkan semuanya benar
benar sudah otomatis dan dengan bentuk yang kecil tentunya. Karena ini adalah
ponsel generasi pertama mereka membuat nya sangat serius mereka membuat ponsel
yang kuat dan handal yang akhirnya tersebar ke seluruh dunia.
2. Teknologi 2G
Memasuki tahun 90-an,
teknologi seluler memasuki tahap berikutnya. Penandannya adalah pergantian
teknologi sinyal radio yang digunakan. Bila pada generasi pertama, teknologi
yang digunakan adalah teknologi sinyal analog, maka pada generasi ini teknologi
yang digunakan adalah jaringan sinyal digital.
Generasi kedua memiliki
memiliki fitur CSD sehingga transfer data lebih cepat. sekitar 14.4KBPS. anda
juga dapat mengirimkan pesan teks. Akan tetapi Fitur CSD ini membuat tagihan
bualanan anda membengkak, karena jika anda ingin terhubung ke internet anda
harus menggunakan dialup yang dihitung permenit, kecuali anda punya percetakan
uang sendiri dirumah.
Kehadiran teknologi ini
mengawali semakin populernya pengguna telepon seluler. Terutama karena
teknologi pengiriman pesan singkat (SMS) dan pesan bergambar sudah diperkenalkan.
Pada teknolog ini juga terdapat dukungan terhadap teknologi layanan suara yang
lebih baik dan dukungan akses data.
3. Teknologi 3G
Teknologi jaringan
seluler generasi ketiga atau 3G diperkenalkan pada tahun1998. Teknologi inilah
yang kemudian disebut sebagai teknologi awal dari mobile broadband. Pasalnya,
berkat teknologi 3G orang-orang bisa mengakses internet tidak hanya melalui
jaringan kabel tetapi jaringan data. Kecepatan koneksi datanya juga lebih
cepat. Tapi ini bukan berarti GPRS telah mati. Justru saat itu muncul EDGE
(Enhanced Data - rates for GSM Evolution) ini diharapkan akan menjadi
pengganti GPRS yang baik, karena tidak perlu mengupgrade hardware secara
ekstrem dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Dengan EDGE anda sudah
dapat merasakan kecepatan dua kali lebih cepat daripada GPRS akan tetapi tetap
saja masih kurang cepat dari 3G.
Dan pada perkembangannya,
teknologi 3G mendukung aktivitas transfer audio, gambar, dan video. Pada
jaringan inilah kemudian banyak orang memanfaatkannya untuk streaming video
ataupun melakukan aktivitas video call.
4. Teknologi 4G
4G merupakan generasi
yang keempat yang mulai dikenalkan pada 2009, Penemu teknologi LTE adalah
Khoirul Anwar asal Indonesia yang telah menetap di Jepang selama 12 tahun, dan
menjadi peniliti di JAIST (Japan Advanced Institute of Science and
Technology School of Information Science).
Teknologi seluler ini
disebut LTE (Long Term Evolution) dan juga LTE-A (Long
Term Evolution Advance) Teknologi LTE ini mempunyai kecepatan DL
sampai 100 Mbps dan UL sampai 50 Mbps. Kecepatan itu masih bisa menjadi jauh
lebih cepat lagi sesuai rilis kategori yang dipakai oleh operator tersebut,
kecepatan tersebut secara teori di tentukan dari LTE Cat1 hingga LTE Cat8
seperti tabel dibawah ini.
Indonesia saat ini baru
memiliki tiga operator seluler penyelenggara teknologi 4G, yakni Telkomsel,
Indosat, dan XL Axiata. Teknologi 4G yang digunakan juga masih sangat
terbatas. Sebenarnya Indonesia masih bisa mengeksplorasi teknologi 3G karena
kecepatan akses datanya sudah cukup memadai. Setidaknya teknologi 3G harus
sudah menjangkau seluruh kawasan Nusantara sebelum memasuki era 4G.
WiMAX (Worldwide
Interoperability for Microwave Access) merupakan teknologi 4G Pertama yang
diimplementasikan di Indonesia pada bulan Juni 2010 oleh operator Firstmedia
dengan merek dagang Sitra WiMAX. Teknologi 4G WiMAX terdiri atas tiga bagian
generasi,
·
WiMAX 16.d, atau sering disebut WiMAX nomadic
dengan mobilitas terbatas hingga kecepatan 70 Mbps.
·
WiMAX 16.e, merupakan WiMAX mobile dengan
mobilitas tinggi hingga kecepatan 144Mbps.
·
WiMAX 16.m, WiMAX mobile dengan mobilitas tinggi
hingga kecepatan 1Gbps.
5. Teknologi
4.5G
Era Fourth
Generation Long Term Evolution (4G LTE) di Indonesia baru dimulai. Persisnya,
Desember 2014 di band 900 Mhz, dan band 1800 Mhz yang diperkirakan resmi
beroperasi pada pertengahan 2015. Namun, Huawei, vendor asal Tiongkok sudah
mulai menggadang-gadangkan konsep baru yaitu teknologi 4.5G. 4.5G
merupakan konsep baru yang dikembangkan Huawei bertujuan untuk mempromosikan
inovasi melebihi LTE.
Teknologi ini diklaim
memberikan pengalaman pengguna yang ditingkatkan, serta diperkaya dengan
perangkat yang lebih terhubung. Pada akhirnya, teknologi ini membantu operator
membangun kesuksesan bisnis dan mempercepat evolusi industri yang lancar menuju
5G. Teknologi yang juga familiar disebut 4,5 G tersebut diklaim lebih cepat
dibandingkan fourth generation long term evolution (4G) biasa. Kecepatan
data bisa mencapai 140 Mbps dibandingkan 4G LTE maksimal 100 Mbps.
Pada kesempatan tersebut,
Huawei juga memperkenalkan beberapa penawaran produk baru dan inisiatif yang
memperkuat komitmennya untuk merangkul ekosistem digital yang terbuka,
memungkinkan transformasi TIK dan mengembangkan ultra-mobile broadband di
era digital, diantaranya adalah, SoftCom opennes & cooperation
campaign, Business enabling system(BES), High Troughput Router, dan
solusi fusioncloud omni.
Sebelum lanjut pembahasan
permasalah teknologi yang paling baru yaitu teknologi 5G, kita lihat gambar
dibawah ini yang memperlihatkan perkembangan teknologi mulai dari 1G hingga 4G
yang sekarang telah bisa kita nikmati di Indonesia.
6. Teknologi 5G
Dan, tanpa secara optimal
menikmati teknologi 3G dan 4G, saat ini orang-orang sudah mulai membicarakan
teknologi 5G! Anda merasa gila dibuatnya membayangkan seperti apa wujud ponsel
di masa teknologi 5G. Karena Anda paham paradigma teknologi ada kemampuan
reduksi wujud fisik, lamunan Anda terbawa ke masa depan. Saat itu seorang eksekutif
muda yang hendak masuk ke mobilnya bergumam seolah bicara dengan orang lain
melalui alat komunikasi. Anda sadari bentuk ponselnya tidak digenggam, tetapi
di pergelangan tangan layaknya jam tangan! Di telinganya terselip handsfree
berteknologi Bluetooth. Untuk menghubungi seseorang ia cukup bergumam pelan
mengucapkan nama orang yang hendak dihubungi. Demikian juga untuk mengirimkan
pesan teks dan multimedia. Lalu Anda lihat melihat seutas kabel menjulur dari
ponsel tersebut ke arah benda mirip koper kerja yang ia genggam di tangan
kirinya. Akhirnya Anda sadar sepenuhnya koper kerja tersebut ternyata sebuah
baterai. Inti dari kisah ini sebenarnya imajinasi dan pemikiran kreatif yang
hendaknya membawa pada inovasi teknologi ponsel di masa depan yang lebih
canggih. Karena batas teknologi adalah imajinasi dan mimpi. Sesuatu yang
dianggap tidak mungkin saat ini karena tidak penjelasan logis tasnya.
Awalnya adalah imajinasi
yang tanpa sadar dan tidak sadar membawa kita pada kehadirannya yang nyata.
Bukankah imajinasi dan keinginan menjadi terdahulu sebelum kita merasakan yang
sesungguhnya? Hal ini mengingatkan saya pada ucapan Albert Einsten. Ia katakan
imagination is more important than knowledge.
2.2 Kecepatan 4.5G
Teknologi saat ini
terhitung penting, mengingat bagaimana masyarakat modern dimudahkan segala
sesuatunya dalam memenuhi kebutuhan mereka. Seperti yang kita ketahui bahwa
hampir segala aktivitas manusia dapat dilakukan melalui teknologi. Mulai dari
berbelanja, memesan transportasi secara online, hingga bersosialisasi dengan
masyarakat lain pun dapat dilakukan. Namun tak kalah dari hal tersebut, bahwa
ternyata teknologi pun dapat memiliki peran penting dalam meningkatkan
perekonomian bagi beberapa negara, salah satunya di Indonesia. Tak hanya peran
dari teknologinya saja yang penting, di sini jaringan pun memiliki peran
penting pula dalam proses tersebut.
Jika sedikit mengintip
kebelakang, bahwa jaringan 4G sempat membuat gebrakan baru dengan memberikan
sinyal atau jaringan kuat yang ditawarkan. Jaringan 4G sendiri merupakan
perkembangan dari jaringan yang sebelumnya telah sering digunakan oleh
masyarakat yaitu 2G dan 3G. Sejak awal kemunculannya, jaringan 4G sudah
mendapatkan respon yang cukup baik bagi sebagian masyarakat. Namun, seperti apa
jika mucul teknologi jaringan 4.5G yang memiliki tingkatan akses internet yang
lebih cepat lagi?
Pada tahun 2017 ini,
beberapa operator jaringan selular di tanah air mulai siap bersaing untuk
memperkenalkan teknologi baru. Sebuah teknologi yang diyakini akan membantu
peran ekonomi digital di Indonesia. Teknologi tersebut adalah jaringan 4.5G
dimana agar masyarakat dapat merasakan kecepatan dari jaringan yang lebih
cepat, stabil, dan memiliki jangkauan yang luas. Bahkan dengan perangkat yang
mendukung, akses internet bisa dinikmati pelanggan hingga 400Mbps.
Hal tersebut tentu akan
dibutuhkan di Indonesia, mengingat bahwa kehadiran teknologi dengan akses
internet yang semakin cepat telah terbukti dapat mendorong tingkat pertumbuhan
ekonomi di Indonesia. Indonesia sendiri terdapat UKM (Usaha Kecil Menengah)
yang didirikan dan dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk lahan pekerjaan bagi
masyarakat. Sebagai contoh pada layanan transportasi (seperti Gojek dan
lainnya) atau layanan E-Commerce (seperti Bukalapak, Tokopedia
dan lainnya), yang sudah mampu menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat
Indonesia.
Seperti pendapat dari
salah satu mahasiswa di Universitas Pancasila yang memiliki bisnis di bidang
teknologi. “Sinyal 4G sangat membantu bagi transaksi dalam bisnis, sesuai
dengan kecepatan yang dibutuhkan. Jadi untuk mengakses ke web , instagram,
line, upload foto dan semua kegiatan internet sangat membantu dalam kegiatan
bisnis. Namun sangat disayangkan, karena masih banyak area di Indonesia yg
belum tercakup oleh 4G secara utuh dan menyeluruh,” Ujar Ahmad Hazali selaku
mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pancasila.
Namun seperti teknologi
jaringan sebelumnya yaitu 4G, memang 4.5G sendiri masih belum meluas di
kalangan masyarakat. Jaringan 4.5G masih dilakukan beberapa uji coba oleh
perusahaan operator jaringan seluler yang di lakukan di beberapa daerah di
Indonesia. Jika melihat pengalaman, masyarakat di Indonesia memang masih ada
sebagian yang belum dapat menggunakan dan mendukung teknologi dari 4G maupun
4.5G, baik dari segi perangkat yang mendukung untuk teknologi tersebut maupun
jaringan yang teredia yang tersebar di beberapa daerah.
Memang, jaringan yang
super cepat dan stabil dibutuhkan oleh para technopreneur. Tetapi
alangkah baiknya, jika pihak yang turut serta dalam pengembangan teknologi
tersebut memfokuskan terlebih dahulu kepada jaringan 4G yang sampai saat ini
pun masih ada yang belum dapat menikmati jaringan tersebut dengan baik. Jadi,
jika memang nantinya teknologi baru dari jaringan 4.5G ini memang berhasil di
gunakan oleh masyarakat, sangat diharapkan benar-benar dapat membantu program
dari pemerintah yang akan membuat Indonesia mengembangkan program ekonomi
digital yang akan membantu meningkatkan perekonomian di Indonesia.
Sejumlah operator tanah air, Telkomsel salah
satunya, berhasil melakukan ujicoba teknologi jaringan 4.5G di beberapa titik
lokasi. Bila nanti resmi dikomersialkan, apa saja kelebihan dan fungsinya?
Deputy Director ICT Strategy and Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi menjelaskan dari segi kecepatan, teknologi 4.5G mampu mendorong kecepatan internet mencapai 1GB.
“Dari kecepatan tersebut ada tiga aspek yang menjadi penerapan teknologi 4.5G yaitu video, WTTx dan Cellular Internet of Things,” katanya, saat berbincang, di Jakarta.
Deputy Director ICT Strategy and Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi menjelaskan dari segi kecepatan, teknologi 4.5G mampu mendorong kecepatan internet mencapai 1GB.
“Dari kecepatan tersebut ada tiga aspek yang menjadi penerapan teknologi 4.5G yaitu video, WTTx dan Cellular Internet of Things,” katanya, saat berbincang, di Jakarta.
Dari aspek tersebut yang paling menarik adalah
menyoal WTTx. Rosidi menjelaskan pada dasarnya WTTx hampir sama dengan FTTX
atau yang dikenal juga fiber optic (FO) untuk hunian, namun bedanya WTTx
dipasang secara wireless.
“Jadi, misal operator, tinggal memasangkan semacam modem khusus untuk menangkap jaringan kemudian ditembakan dalam bentuk WiFi. Hanya bedanya, tak seperti FTTx, pelanggan tak perlu menarik kabel jaringan,” katanya.
Dari sisi bisnis pun, operator juga tak perlu lagi harus membongkar jalan dan memasang tiang untuk menyalurkan internet yang dibutuhkan.
“Jadi, coverage luas, kecepatan dobel, jarak makin nambah dan juga makin bagus. Soal experience pun tak jauh berbeda,” tukasnya.
“Jadi, misal operator, tinggal memasangkan semacam modem khusus untuk menangkap jaringan kemudian ditembakan dalam bentuk WiFi. Hanya bedanya, tak seperti FTTx, pelanggan tak perlu menarik kabel jaringan,” katanya.
Dari sisi bisnis pun, operator juga tak perlu lagi harus membongkar jalan dan memasang tiang untuk menyalurkan internet yang dibutuhkan.
“Jadi, coverage luas, kecepatan dobel, jarak makin nambah dan juga makin bagus. Soal experience pun tak jauh berbeda,” tukasnya.
Rosidi mengklaim, layanan WWTx cocok untuk pasar Indonesia, yang mana infrastruktur fiber optic-nya belum merata. Salah satu negara di Asia Tenggara yang sudah menerapkan teknologi ini adalah Filipina.
Tentu saja ini sangat cocok untuk Indonesia yang sedang menggenjot dunia digital agar bisa dinikmati oleh banyak kalangan, khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM).
Karena di sektor yang menjadi pilar utama ekonomi Indonesia tersebut, berkontribusi lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Bahkan, pemerintah Indonesia yakin nilai e-commerce tanah air akan menembus angka US$ 130 miliar pada tahun 2020 mendatang. (tyo)
2.3 Perbedaan 4G dan 4.5G
|
4G
|
4,5G
|
|
MIMO 2x2
|
MIMO 4x4
|
|
Modulasi 64 QAM DL
|
Modulasi 256 QAM DL
|
|
Signal Carrier hingga 20MHz
|
Carrier Aggregation/Dual Carrier hingga 60MHz
|
|
Mobile Edge Computing (Edge POP)
|
CoMP (Coordinated Multi Point)
|
Secara teori, teknologi
4,5G LTE pada dasarnya hanya menambahkan kapasitas pada jaringan 4G dengan
sejumlah keunggulan tentunya. Teknologi 4,5G memiliki penerimaan akses layanan lebih
cepat yang menawarkan peningkatan kecepatan mengunggah dan mengunduh hingga 20
% dibanding jaringan 4G. Layanan 4,5G bisa memanjakan kita dengan akses
internet berkecepatan di atas 150 Mbps dan kualitas video streaming resolusi 4K
serta pengalaman gaming online yang lebih baik. Namun pastikan smartphone sudah
dilengkapi teknologi 4,5G atau LTE Advanced.
Smartphone 4G yang ada
sekarang, tidak semua bisa dukung 4,5G. Perhatikan spesifikasinya, karena ada
yang support, namun ada juga yang tidak. Ada smartphone yang hanya
support satu, tapi ada juga smartphone yang mendukung teknologi itu semua.
Berbeda dengan 4G, maka 4,5G didukung beberapa teknologi seperti teknologi
pendukung 4.5G yaitu 4x4 MIMO, Modulasi 256 QAM, dan Carrier Aggregation (CA).
Untuk dapat menikmati
peningkatan kecepatan akses internet ini, kita harus memiliki perangkat yang
sudah mendukung jaringan 4,5G. Meski masih dalam jumlah yang terbatas, namun
smartphone yang mendukung jaringan 4.5G ini sudah bisa ditemukan dipasaran.
Smartphone yang sudah 4,5G dapat dilihat dari spesifikasi jaringan yang
dimiliki, yaitu mendukung LTE Cat 6 ke atas.
2.4 Smartphone yang Sudah
Dilengkapi Teknologi 4.5G
1. Apple iPhone
Salah satu smartphone
besutan Apple yang sudah mendukung jaringan 4,5G adalah iPhone 7 Plus.
Smartphone iPhone 7 Plus merupakan generasi terbaru dengan jaringan 4G LTE-A
(3CA) Cat 9 yang memiliki kecepatan mencapai 450/50 Mbps. Menikmati streaming
video makin terasa menyenangkan, apalagi sudah didukung layar IPS seluas 5,5
inci beresolusi FullHD 1080 x 1920 piksel. Tidak hanya smartphone iPhone 7
Plus, beberapa seri lain yang juga sudah mendukung jaringan 4,5G adalah:
Apple iPhone 6s
16GB
Apple iPhone 7 32GB
Apple iPhone 6s
64GB
Apple iPhone 7 128GB
Apple iPhone 6s
128GB
Apple iPhone 7 256GB
Apple iPhone 6s Plus
16GB
Apple iPhone 7 Plus 32GB
Apple iPhone 6s Plus
64GB
Apple iPhone 7 Plus 128GB
Apple iPhone 6s Plus
128GB
Apple iPhone 7 Plus 256GB
Apple iPad Pro 12.9 in.
Wi-Fi + Cellular 128GB
Apple iPad Pro 9.7 in.
Wi-Fi + Cellular 32G
2. Blackberry Priv dan
Passport
Meski sudah ditinggalkan
konsumen, namun beberapa smartphone Blackberry sudah ada yang dibekali dukungan
untuk jaringan 4,5G. Dua diantaranya adalah smartphone Blackberry Priv dan
Passport. Masuk ke segmen kelas premium, smartphone Blackberry Priv dan Bjuga
lackberry sudah dilengkapi jaringan 4G LTE-A (3CA) Cat 9 berkecepatan 450/50
Mbps. Hanya saja, smartphone Blackberry Passport hanya memiliki layar berukuran
4,5 inci yang terasa kurang puas saat menikmati konten streaming video.
3. Google Pixel dan Pixel
XL
Dua smartphone Google
dalam seri Google Pixel dan Pixel XL langsung dibekali jaringan 4,5G yang juga
mendukung kecepatan LTE-A (3CA) Cat9 berkecepatan 450/50 Mbps. Selain itu,
kedua smartphone Google ini juga dipersenjatai dengan spesifikasi yang mumpuni
seperti penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon 821, RAM 4GB serta memakai layar
tajam berjenis AMOLED. Aktivitas seperti browsing dan streaming video tentu
terasa makin memuaskan.
Google Pixel 32 GB
Google Pixel 128GB
Google Pixel XL 32GB
Google Pixel XL 128GB
4. HTC
HTC termasuk salah satu
vendor yang memiliki smartphone berkualitas mumpuni, baik dari spesifikasi
maupun fitur. Untuk smartphone yang mendukung jaringan 4,5G, HTC memiliki
beberapa seri. Salah satunya adalah smartphone HTC 10 yang berjalan dengan OS
Android 6.0.1 Marshmallow dan memakai chipset Qualcomm Snapdragon 820.
Mendukung jaringan 4,5G dalam kategori LTE-A (3CA) Cat9 berkecepatan
450/50 Mbps. Layarnya memang tidak terlalu besar hanya berkisar 5,2 inci namun
masih asik untuk menikmati konten video. Beberapa smartphone HTC seri lain yang
sudah mendukung jaringan 4,5G yaitu:
HTC One M9 32GB
HTC One M9 64GB
HTC One A9 RAM 2GB ROM
16GB
HTC One A9 RAM 3GB ROM
32GB
HTC One M9+
HTC One M9+ Supreme
Camera
HTC One ME
5. HUAWEI
Salah satu smartphone
Huawei yang mendukung jaringan 4,5G adalah Huawei P9 yang populer berkat
penggunaan kamera Leica. Sehingga mampu menghasilkan foto yang tidak kalah
dengan kamera digital. Selain kamera, smartphone Huawei P9 juga hadir dengan
spesifikasi mantap, sebut saja penggunaan chipset HiSilicon Kirin 955 yang
menawarkan performa tangguh. Termasuk mendukung jaringan 4,5G dengan kategori
LTE Cat 6 yang memiliki kecepatan 300/50 Mbps. Tidak hanya smartphone Huawei
P9, seri lain yang sudah mengudung jaringan 4,5G yaitu:
Huawei Ascend Mate 7 16GB
Huawei Ascend Mate 7 32GB
Huawei Mate 8 RAM 3GB ROM
32GB
Huawei Mate 8 RAM 4GB ROM
64GB
Huawei Mate 8 RAM 4GB ROM
128GB
Huawei Mate 9 RAM 4GB ROM
64GB
Huawei Mate 9 RAM 4GB ROM
128GB
Huawei Mate 9 RAM 6GB ROM
256GB
Huawei Mate 9 Porsche
Design
Huawei Mate 9 Pro RAM 4GB
ROM 64GB
Huawei Mate 9 Pro RAM 6GB
ROM 128GB
Huawei Ascend P9 Lite
Huawei Ascend P10 RAM 4GB
ROM 64GB
Huawei Ascend P10 RAM 6GB
ROM 128GB
Huawei Ascend P10 Plus
RAM 4GB ROM 64GB
Huawei Ascend P10 Plus
RAM 6GB ROM 128GB
Huawei Ascend P9 Plus
Huawei Honor 6
Huawei Honor 6 Plus
Huawei MediaPad X2 RAM
2GB ROM 16GB
Huawei MediaPad X2 RAM
3GB ROM 32GB
Huawei Nexus 6P 32GB
Huawei Nexus 6P 64GB
Huawei Nexus 6P 128GB
Huawei Mate S 32GB
Huawei Mate S 64GB
Huawei Mate S 128GB
6. LG
Beberapa smartphone LG
juga sudah mendukung jaringan 4,5G, yang terbaru adalah LG V20. Smartphone LG
V20 mengunggulkan keberadaan dual kamera utama yang beresolusi 16 megapiksel
dan 8 megapiksel. Kualitas hasil jepretan kameranya pun diakui banyak kalangan.
Untuk dukungan jaringan 4,5G, smartphone LG V20 ini dilengkapi dengan kategori
LTE-A Cat 6 (3CA) atau LTE-A Cat12 (3CA) dengan kecepatan mencapai 600/150
Mbps. Dengan kecepatan tersebut tentu saja memberi kenyamanan kepada pengguna
saat mengunduh atau mengunggah file-file berukuran besar. Selain smartphone LG
V20, model lain yang mendukung jaringan 4,5G adalah :
LG G3 D855 16GB
LG G3 D855 32GB
LG G Flex2 F510L RAM 2GB
ROM 16GB
LG G Flex2 F510L RAM 3GB
ROM 32GB
LG G4 H815
LG G4 Dual H818P
LG G5 H850
LG G5 Dual H850
LG G6 32GB
LG G6 64GB
LG Nexus 5 D821 16GB
LG Nexus 5 D821 32GB
LG V10
LG V20
7. Motorola Moto Z dan
Moto X Style
Smartphone Moto Z dan
Moto X Style juga sudah mendukung jaringan 4,5G yang menawarkan kecepatan akses
internet lebih baik. Khusus untuk smartphone Moto Z kategori kecepatannya
memiliki dua versi, dimana untuk smartphone Moto Z yang dipasarkan di AS
didukung LTE-A (3CA) Cat 9 berkecepatan 450/50 Mbps. Sedangkan untuk smartphone
Moto Z versi global didukung LTE-A (2CA) Cat 6 berkecepatan 300/50 Mbps. Daya
tarik lain dari smartphone Moto Z adalah memiliki tambahan aksesoris menarik
yang disebut Moto Mods. Lalu smartphone Moto X Style kategori kecepatannya
LTE-A (2CA) Cat 6 berkecepatan 300/50 Mbps.
8. OnePlus
Vendor asal Cina ini
membenamkan dukungan untuk jaringan 4,5G pada tiga produk mereka, yaitu
smartphone OnePlus 2, OnePlus 3 dan OnePlus 3T. Ketiganya sama-sama dibekali
jaringan 4,5G dalam kategori LTE-A Cat 6 berkecepatan 300/50 Mbps. Yang
menarik, smartphone OnePlus 3T hadir dengan chipset tangguh dari Qualcomm
Snapdragon 821 dengan sokonga memori RAM 6GB. Menjamin kelancaran dan
kenyamanan saat beraktivitas sehari-hari.
9. Xioami
Seperti yang sudah
diketahui, Xiaomi menawarkan smartphone berfitur canggih dengn harga dan
spesifikasi yang terjangkau. Salah satu fitur tersebut adalah dukungan pada
jaringan 4,5G namun tetap dibandrol murah. Tercatat ada beberapa model, sebut
saja smartphone Xiaomi Redmi Note 4 yang menjadi generasi terbaru. Meski terjangkau
namun smartphone ini sudah mendukung jaringan 4,5G dalam kategori LTE-A Cat 6
berkecepatan 300/50 Mbit/s. Beberapa seri lainnya adalah :
Xiaomi Redmi Note 2
Xiaomi Mi Note Pro
Xiaomi Mi5 32GB
Xiaomi Mi5 64GB
Xiaomi Mi 5c
Xiaomi Mi Max RAM 3GB ROM
32GB
Xiaomi Mi Max RAM 3GB ROM
64GB
10. Samsung
Sebagai vendor penguasa
pasar, Samsung menjadi penyumbang terbanyak smartphone yang mendukung jaringan
4,5G. Tercatat ada puluhan model yang bisa konsumen pilih dari berbagai seri.
Salah satunya adalah smartphone Samsung Galaxy A series versi 2017. Terdiri
dari 3 varian, smartphone Samsung Galaxy A series ini menawarkan kecepatan
jaringan 4,5G dalam kategori LTE-A Cat 6 300/50 Mbps. Tidak hanya itu, ketiga
juga sudah mengalami peningkatan fitur seperti standar IP68 yang tahan debu dan
air hingga kedalaman 1,5 m selama 30 menit. Untuk seri-seri lainnya yaitu :
Samsung Galaxy Note 4
N910C
Samsung Galaxy Note 5
N920 64GB
Samsung Galaxy Note Edge
SM-N915 32GB
Samsung Galaxy Note 7
N930
Samsung Galaxy Alpha SM-G850
Samsung Galaxy A8 A800F
Samsung Galaxy A5 (2016)
SM-A510F
Samsung Galaxy A7 (2016)
SM-A710F
Samsung Galaxy A3 (2017)
Samsung Galaxy A5 (2017)
SM-A520F
Samsung Galaxy A7 (2017)
SM-A720
Samsung Galaxy A9 Pro
(2016)
Samsung Galaxy C9 Pro
Samsung Galaxy S5 Plus
SM-G901F 32GB
Samsung Galaxy S6 Edge
SM-G925F 16GB
Samsung Galaxy S6 Edge
SM-G925F 32GB
Samsung Galaxy S6 Edge+
SM-G928 32GB
Samsung Galaxy S7 G930FD
32GB
Samsung Galaxy S7 G930FD
64GB
Samsung Galaxy S7 Edge
G935FD 32GB
Samsung Galaxy S7 Edge
G935FD 64GB
Samsung Galaxy S7 Edge
G935FD 128GB
Samsung Galaxy S8
Samsung Galaxy S8+
2.5 Daftar Kota yang Sudah Mendukung Jaringan
4.5G
2.6 Kelebihan dan
Kelemahan Jaringan 4.5G
1. Kelebihan
Jaringan 4.5 G
Secara
teori, teknologi 4,5G LTE pada dasarnya hanya menambahkan kapasitas pada
jaringan 4G dengan sejumlah keunggulan tentunya. Teknologi 4,5G memiliki
penerimaan akses layanan lebih cepat yang menawarkan peningkatan kecepatan
mengunggah dan mengunduh hingga 20 % dibanding jaringan 4G. Layanan 4,5G
bisa memanjakan kita dengan akses internet
berkecepatan di atas 150 Mbps dan kualitas video streaming resolusi 4K
serta pengalaman gaming online yang lebih baik.
2. Kelemahan
Jaringan 4.5 G
·
Biaya untuk infrastruktur jaringan baru realtif
mahal
·
Jaringan harus diperbaharui maka peralatan baru
harus diinstal
·
LTE menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple
Output), tentunya memerlukan antena tambahan pada pancaran pangakalan jaringan
untuk transmisi data
·
Sebagai akibatnya jika terjadi pembaharuan
jaringan maka pengguna perlu membeli mobile device baru agar dapat menikmati
jaringan yang mendukung teknologi LTE
XL mulai menguji coba jaringan internet 4.5G yang
kecepatan unduhnya diklaim bisa mencapai 300 Mbps. Kecepatan itu dua kali lipat
dibandingkan jaringan 4G LTE XL yang secara teori bisa sampai 150 Mbps.
Pembangunan jaringan 4.5G sendiri sudah dimulai
sejak Juni lalu dan direncanakan rampung per November 2016.
Vice President LTE XL, Rahmadi Mulyohartono mengatakan,
implementasi jaringan 4.5G merupakan komitmen XL untuk memenuhi imbauan Menteri
Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara.
Menurut dia, menteri mengimbau semua operator
untuk menyiapkan teknologi 4.5G dalam rangka menyambut Asian Games 2018 di
Palembang, Sumatera Selatan. Karenanya, persiapannya harus digenjot dari
sekarang.
"Kalau saat ini kami uji coba masih di empat
wilayah. Tahun depan baru mulai di Palembang dan beberapa kota lain supaya 2018
sudah ready untuk Asian Games," ia menjelaskan, Rabu
(12/8/2016) dalam acaramedia gathering di Grha XL, Jakarta
Adapun empat wilayah uji coba pertama yang
dimaksud meliputi Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. XL belum
mengumbar tanggal pasti komersialisasi jaringan 4.5G di empat kota tersebut.
"Pokoknya November sudah selesai
pembangunannya. Nanti mungkin 2017 bisa mulai komersil sambil ekspansi ke
kota-kota lain," kata dia.
Menggunakan 4 sinyal transmit dan
4 sinyalreceive.
Secara teknis, jaringan 4.5G itu dimungkinkan
teknologi kombinasi multi-signal 4T4R MIMO. Ada empat
sinyal transmit dan empat sinyalreceive untuk
menghantarkan jaringan data internet.
Selama ini, pada 4G LTE, proses pengiriman dan
penerimaan jaringan cuma menggunakan 2T2R alias dua transmitter dan
dua receiver. Nah, karena sinyal penghantarnya ditambah
masing-masing dua, kecepatan 4G pun bisa meningkat dua kali lipat sehingga
disebut 4.5G.
Untuk membuktikan kebolehan 4.5G dengan 4T4R ini,
XL mengujinya dengan speed test di depan awak media. Hasilnya
menunjukkan kecepatan mencapai 274.53 Mbps kala itu.
Sebagai perbandingan, XL juga menguji kecepatan
jaringan 4G LTE yang masih menggunakan mekanisme 2T2R. Hasilnya, kecepatannya
cuma 120 Mbps saat itu.
Rahmadi optimis implementasi 4.5G menggunakan
4T4R ini bakal marak pada 2017 mendatang. Sebab, nanti handsetpendukung
4T4R pun diprediksi semakin banyak.
Saat ini, kata dia, cuma Galaxy S7 yang sudah
mendukung 4T4R. Perangkat lainnya yang diharapkan segera masuk Indonesia adalah
iPhone 7.
"Tapi itu kan masih tunggu kejelasan Tingkat
Kandungan Dalam Negeri (TKDN)," ujarnya.
Sebenarnya ada satu lagi perangkat yang sudah
mendukung 4T4R dan seharusnya kini ada di Tanah Air, yaitu Galaxy Note 7.
Sayangnya, pada awal pekan ini seri Note teranyar itu harus berhenti diproduksi
dan dijual akibat isu pada baterainya.
2.7 Mulai Panas di Jalur 4.5G
Tak mau kalah, Indosat Ooredoo
kabarnya juga siap meluncurkan teknologi 4.5G memasuki 2017 setelah berbagai
persiapan dilakukan seperti modernisasi jaringan dan membangun pusat data.
Indosat menyatakan, pelanggan
yang selama ini sudah menggunakan kartu 4G saat akan menggunakan 4,5G tidak
perlu mengganti kartu, karena secara otomatis akan berubah menjadi dengan
sendirinya. Sejauh ini anak usaha Ooredoo itu memiliki 81,6 juta pelanggan dan
mencatatkan peningkatan penggunaan data sebesar 114,2% dibandingkan tahun
sebelumnya.
Mengejar
Jika dilihat, aksi dua operator ini menawarkan 4.5G agak terlambat dibandingkan Telkomsel dan XL.
Jika dilihat, aksi dua operator ini menawarkan 4.5G agak terlambat dibandingkan Telkomsel dan XL.
Telkomsel bersama Ericsson,
Huawei, Nokia, dan ZTE sebagai mitra penyedia teknologi dan jaringan telah
mencanangkan mengimplementasikan teknologi 4.5G di sembilan kota di Indonesia
pada Desember 2016.
Teknologi 4.5G yang
diimplementasikan Telkomsel memanfaatkan teknologi Long Term Evolution (LTE) di
spektrum frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 20 MHz yang dikombinasikan
dengan teknologi 4X4 MIMO. Penggabungan teknologi tersebut memungkinkan akses
data melalui teknologi 4.5G lebih cepat hingga dua kali lipat daripada
teknologi 4G serta latensi yang sangat rendah, kurang dari 10 milidetik
dibandingkan teknologi 4G.
Sejauh ini Telkomsel telah
menggelar lebih dari 5.200 eNode B (BTS 4G) yang melayani lebih dari 12 juta
pelanggan 4G LTE di lebih dari 180 kota kabupaten di Indonesia hingga saat ini.
Jauh sebelumnya atau tepatnya di
November 2016, PT XL Axiata Tbk (XL) melakukan uji coba LTE-Advanced LAA
(License Assisted Access) bersama Ericsson.
Technology LTE-Advanced LAA
adalah bagian dari perkembangan teknologi LTE-A (LTE-Advanced) yang
menggabungkan frekuensi yang dimiliki oleh operator yaitu licensed band 900
MHz, 1800 MHz, 2100 MHz, dengan frekuensi un-licensed di 5 GHz yang bisa
digunakan bersama dengan pelayanan WiFi.
Kegunaan teknologi ini adalah
untuk meningkatkan kecepatan menjadi lebih maksimum sampai dengan 300 Mbps dan
memberikan kapasitas LTE menjadi lebih besar, yaitu dari 150 Mbps menjadi 300
Mbps.
Teknologi LTE-A LAA sendiri
masih baru dalam standarisasi 3GPP. Ketersediaan BTS yang support LTE-LAA dari
Ericsson seperti RBS 6402, yang didemokan pada kesempatan kali ini, baru
akan tersedia secara komersial di sekitar kuartal pertama tahun depan.
Sementara itu, terminal untuk pelanggan baru akan tersedia sekitar pertengahan
2016.
Terbaru, pada Januari 2017, XL
mulai menjajaki penerapan teknologi modulasi 4x4 MIMO 256 QAM (Quadrature
Amplitude Modulation).
Teknologi ini meningkatkan
kecepatan sebesar 30% diatas teknologi 4x4 MIMO yang sudah diterapkan oleh XL
saat ini, hingga mencapai lebih dari 360 Mbps untuk lebar spektrum yang sama
(20 MHz). XL meyakini, pada layanan 4G LTE, kecepatan dan kapasitas yang
semakin baik akan memperbesar manfaat positif layanan 4G bagi pelanggan dan
masyarakat penggunanya.
Perbedaan teknologi ini dengan
MIMO 4x4 (4T4R) yang telah diimplementasikan oleh XL adalah pada teknologi
modulasi yang digunakan yaitu 256 QAM. Dengan hanya melakukan software
upgrade, teknologi modulasi 256 QAM ini memberikan peningkatan kecepatan
throughput data hingga 30% diatas dari teknologi sebelumnya yang berbasis
modulasi 64 QAM.
Penerapan teknologi modulasi 256
QAM ini kini sedang dalam persiapan, dan akan diimplementasikan sesuai dengan
kebutuhan akan kapasitas dan kualitas layanan ke pelanggan.
Dalam persiapan ini, XL didukung
pula oleh Ericsson. Sejak komersialisasi layanan 4G LTE, XL juga telah melakukan
persiapan teknis untuk penerapan sejumlah teknologi guna meningkatkan kualitas
layanan XL 4G LTE mulai dari Carrier Aggregation(CA), License Assisted Access
(LAA), dan kini Modulasi LTE 256 QAM. XL sudah mulai menerapkan teknologi 4.5G
4x4 MIMO di Jabodetabek, Bandung, DIY dan Jawa Tengah, Surabaya, dan Denpasar.
Semua operator nyaris
mengapungkan alasan yang sama tentang adopsi 4.5G, yakni trafik data makin
melonjak. Di XL, jika pada Juni 2016 trafik sekitar 107 TB per hari, maka terus
meningkat menjadi 605 TB di Desember 2016.
Hadirnya layanan mobile
broadband yang lebih cepat dan stabil akan mendukung keseruan menikmati layanan
konten digital dalam beragam format, seperti Ultra High Definition (UHD) Video
(4K Videos), Virtual Reality (VR), serta penerapan konsep Internet of Things,
yang juga diharapkan dapat mendorong serta menguatkan terwujudnya Smart City di
Indonesia.
Kendalanya, saat ini perangkat
4.5G di Indonesia masih dalam jumlah terbatas. Hal lainnya, benarkah 4.5G yang
menjanjikan kecepatan tingkat tinggi menjadi kebutuhan pelanggan?
Jika dilihat laporan yang
dikeluarkan lembaga OpenSignal untuk periode November 2016, kecepatan layanan
4G di Indonesia rata-rata 8,79 Mbps dengan ketersediaan hanya 58,84% dari
populasi. Ini menjadikan Indonesia berada di posisi ke-74 secara global untuk
periode Agustus-September-Oktober 2016. Di kuartal sebelumnya Indonesia berada
di posisi 68 dengan kecepatan 5,37 Mbps.
Angka ini jauh tertinggal di
banding Malaysia dengan kecepatan rata-rata 4G mencapai 15,8 Mbps, Thailand
(15,73 Mbps), Kamboja (13,43 Mbps). Indonesia hanya unggul dari Filipina untuk
kawasan Asia Tenggara dengan 7,27 Mbps.
Singapura dan Korea Selatan
adalah jawara soal kecepatan 4G dengan rata-rata 45 Mbps. Di Korea
Selatan tingkat ketersediaan 4G mencapai 95,7%. Sementara di Singapura
kecepatan download dengan 4G mencapai 45,9 Mbps.
Merujuk ke laporan ini benarkah
adopsi 4.5G yang dibutuhkan atau pemeratan kecepatan dan keterjangkauan
broadband yang dibutuhkan?
Sebaiknya
aksi pamer 4.5G ini tak terlalu digeber dan operator menuntaskan pekerjaan yang
dimulai sejak 2014 yakni memindahkan pelanggan 2G atau 3G ke 4G dan membangun
broadband dengan kecepatan ideal bagi masyarakat.
BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teknologi 4,5G LTE pada dasarnya
hanya menambahkan kapasitas pada jaringan 4G dengan sejumlah keunggulan
tentunya. Teknologi 4,5G memiliki penerimaan akses layanan lebih cepat
yang menawarkan peningkatan kecepatan mengunggah dan mengunduh hingga 20 % dibanding
jaringan 4G. Layanan 4,5G bisa memanjakan kita dengan
akses internet berkecepatan di atas 150 Mbps dan kualitas video
streaming resolusi 4K serta pengalaman gaming online yang lebih baik.
Dengan kelebihan tersebut juga pastinya membutuhkan biaya yang lebih untuk
mendapatkannya.
3.2 Saran
Jaringan 4.5G memang
memudahkan dalam berkomunikasi dan beraktivitas namun masih banyak diantara
kita yang menyalahgunakan kecepatan teknologi jaringan ini. Penulis berharap
dengan dibuatnya makalah ini tidak ada lagi yang menyalahgunakan kecepatan
teknologi jaringan ini seperti yang telah penulis paparkan diatas. Dan jaringan
4.5G bisa segera menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar